Apakah Aku Kekasihmu???

Beratus hari lalu, tanpa sengaja kita berjumpa tanpa bertatap. Sapamu begitu hangat dan akrab serasa kita bukan dua orang asing. Jadi teman itulah tanyamu, dan ku iyakan. Lalu apa? iya kau mulai bercerita, medengarkan ceritamu dan imajiku bermain. Berhari selalu berkabar, seperti jalannya sebuah cerita selalu ada saja kesamaan atau hanya  kebetulan atau mungkin takdir.

Dalam cerita aku bertanya kamu ini siapa??? namamupun tak ku tahu hingga cukup lama masa bercerita. Kau mengajari, memotivasi, memberi janji tanpa ku tahu hari ini akan jadi hanya ilusi. Kau dan aku tak sama sungguh ternyata tak sama. Aku iya dan kau entah. Aku ingin bertanya dan kau tak akan memberi jawab bahkan tak mendengar tanya. Kau bertanya bagaimana aku membasuh luka dan kecewa, kujawab cukup kuputar lagu sedih lalu aku menangis. Waktu itu terasa jauh lebih mudah dari hari ini. Lalu,

Kita hening begitu lama……………………………………………………………

Namun, kau datang lagi dengan sapa menggetar hati, rasa itu masih ada dan kita terbiasa lagi. Ada romansa disana seperti syahdu hujan dikala senja. Ku dengar suara untuk pertama kali, henyak dalam tangis namun sumringah jiwa karna teduh suaramu. Kita bicara. Sempat, iya sempat kita bertukar janji, aku ingat dengan baik itu nyata. Selamat pagi darimu adalah hal manis, bincang malam kita begitu mesra. Jarak kala itu seperti ingin ku pangkas. Ku sapa pagi saat kau baru saja ingin memeluk lelap. Aku bergetar sungguh, tak merasa ini palsu. Aku bahagia….. tanpa tahu ini nyata atau hanya buaimu saja. Dalam harap menanti kau ku dekap dan kita pijak tanah yang sama. Aku iyakan untuk menunggu, dan kau tahu yang ku mau hanya adanya dirimu. Pelukanmu kurasa pasti akan begitu hangat, nyaman dan aman. Belaimu ku harap akan menghapus tumpukan rindu. Sampai dimasa,

Kita hening (lagi) begitu lama…………………………………………………………………………………….

Luka? Mungkin tapi dalam hening aku ingat aku yang pernah memilih terluka jika harus ada yg luka, aku yang akan pergi jika ada yang harus pergi. Menhela nafas panjang walau sesak tak jua hilang. Menangis??? Teramat sering bahkan serasa jadi akrab dengan air mata. Ini Cinta??? Apa iya Cinta tanpa sua. Begitu banyak doa, harapan dan usaha membuat asa jadi biasa. Tanpa cerita dan suaramu aku mulai terbiasa. Memandangimu dari dunia maya lalu aku menangis. Disudut luka itu ada rindu, ada kecewa, ada duka bahkan ada bahagia. Bahagianya kau baik baik saja. Kala itu mungkin aku setengah gila atau bahkan sudah gila. iya Jatuh Cinta tanpa Bersua…

Sering aku bertutur pada malam, betapa aku rindu padamu. Langit masih jadi kawan baik yang kutitipi salam. Tanpa harap lagi lalu mencoba berhenti. Melepaskan dan kuputuskan merawat luka.

Tapi apa? Kau Hadir lagi lebih dari sekedar hadir kau memeluk, bahkan mengecup kening. Kita bertatap masih berbagi cerita. Lalu kenapa aku mudah sekali menerimamu. Iya karna dari awal ku Anggap kau Kekasihku…………. Iya kekasihku. Karena iya kurasa ada cinta, ada hasrat ada tumpukan rindu yang hampir usang. Ada derita ketika tak kau sapa iyaaa aku terjatuh sangat dalam setelah sekian lama. Kau yang pertama membuat tangis begitu mudah pecah dan itu tak sehari bahkan ratusan hari. Kau yang membuat rasa ini ada lagi, harap ini tumbuh lagi.

Aku memintamu dalam doaku, iyaa sangat sering. Kuceritakan kau pada sahabatku, bahkan pada Ibuku. Padahal aku tak tau apakah Aku Kekasihmu????

 

Mungkin bukan karna kali ini

 

Kita hening (lagi)………………………………………………………………………………………………….

dan sungguh aku ingin berhenti saja, karna aku tak tau APAKAH AKU KEKASIHMU?

 

Des 24 ‘2017

Bali

28 Tahun Bersama

Sore ini hujan, awet pula… Terjebaklah saya di depan Restonya Pak Tua dg 11 bumbu Rahasia.

Well niatnya mau bikin acara kecil2an buat Babe. Jadi beli kue tart kecil dan beberapa potong ayam. Meski suara udah 11 12 sama Iga Mawarni tetep dijabanin. Demi loh yahh

Okay ini cerita sebenarnya.

Yeaaaaah Selamat Ulang Tahun Bapak you are the one who totally irreplaceable in my life. Hey waktu bolahlah agak selow sedikit saja. Tidak terasa sudah 28 tahun kami bersama. Dia yg sederhana tapi visioner, saya selalu merasa istimewa selalu merasa jadi prioritas bahkan sampai di Usia yg sudah tidak belia lagi.

Bapak membuat saya menjadi anak gadis terkaya, bahkan ketika dia tidak sekalipun pernah memberi pujian atas semua yg telah saya capai. Kata beliau saya itu hanya cukup pintar (alias ga pintar2 banget iiissssshhh)

Sampai di tahun ke 28 ini hampir menjelang 29 tahun hal yang paling saya takuti adalah kemarahannya, dia tidak galak tapi apa yg dia sampaikan terlalu rasional sehingga dengan mudah membuat saya merasa iya, saya salah.

Mandiri dan menjadikan anak – anaknya siap menghadapi dunia adalah cara dia mendidik. Mengeluh tidak ada dalam hidupnya, menerima adalah teladan luar biasa. Bapak saya adalah seorang Guru. Tapi cuci baju, cuci piring dan pekerjaan domestik Rumah Tangga bukan hal yg pantang Bapak Kerjakan, Ia tak merasa mengerjakan itu menurunkan pridenya sbg suami ataupun bapak.

Mungkin usia hanya deret angka, tapi ketika waktu berlalu begitu cepat akkhhh terasa belum ada yang bisa saya kerjakan untuk Bapak. Perjalanan keluarga kami tidak selalu mudah, tapi tidak pernah sesulit itu, nah itu juga karna prinsip Bapak yg sll mengajarkan menerima.

Pelajaran yg paling saya suka dulu bukanlah Geografi (karna tidak jadi mudah karna bapak saya adalah Gurunya). Tapi pelajaran ttg menjalani hidup dari Bapak adalah favorit saya. Hidup dalam segala ketercukupan itu mudah, tapi hidup dengan rasa syukur dengan segala keterbatasan itu adalah proses belajar tiada Henti.

Dia mungkin tidak sempurna, but He is the best that I ever had. Dan Jika lahir lagi seribu kali pun sll berharap saya tetap jadi Anak Gadisnya.

 

For the one and only Bapak

Walau kita sering bersebrang pendapat, dan cm 1 keinginan Bapak yg baru saya tuntaskan secara paripurna. Tapi percayalah aku berusaha jadi Putri yg lebih baik

SELAMAT ULANG Tahun Bapak

Many more years waiting us to reach our Dream

Love you

20 Maret 2017

 

 

 

 

 

 

Terasa

Mata sudah diujung lelapnya nyaris bersua mimpi. Lalu ada nada berdering bersahut halo yang terdengar malah lantunan suara merdu mengoyak rasa. Yaaa suara yg begitu memorial. Berjejer kembali bayang, senyum dan raut wajah yg begitu aku kenal.

Kamu, kamu lagi yaaa hadir lagi. Walau hanya suara tapi mengusik sisi sepi yang sudah kuarsip rapi. Cerita itu bertutur lagi tentang dulu, dulu yang ada dirimu. Yang sejatinya tak pernah kugenggam tapi sempat aku kirimkan rindu dalam doa.

Masa sudah berlalu bahkan cukup lama, tapi Mengapa masih Terasa. Bukankah hati dan kepala kala itu setuju kalau cukup untuk kisah ini. Jarak ini memebuatku takut berjuang, membuatku menyerah dan mebiarkanmu mengerti artiku dari sisimu. Lalu asa itu terhenti dan tertumpuk euphoria akan kampung halaman. Tak pernah lagi ada sapa, tak ada tanya kita bisu semenjak itu. Rindupun hanya kutitipkan pada hening dalam sendunya Doa

Sampai malam ini aku sadari ia (masih) Terasa
dan aku tak tau ini untuk apa? Karna ku tak punya cara untuk berkata atau hanya sekedar menyapa. Bukan aku tak mau berupaya hanya saja aku berkaca pada realita

Biarkan rasa yg mencari jalannya

SAJAK LUKA

Dia hadir tiba tiba
Tak sengaja menatap mata
Lalu, ia berturur dalam cerita
Aku mulai meraba rasa, apa iya ini cinta?

Pada angin kutitip asa
Langit birupun takkan kulupa
Ada harap dalam tiap doa
Mungkikah dia yg akan ada

Lekat angan soalah nyata
Dalam riang semua terbuka
Hingga aku dihinggap kecewa
Tak ada aku dalam angannya

Yang kukira tlah tiba masa
Akan ada cerita kita
Namun tak iya kata semesta
Lalu akupun lagi terluka

Yang tersisa bukan air mata
Namun pengingat untuk sang jiwa
Jangan mudah menaruh asa
Karna tak semua seindah sinema

Kini tinggal aku dan sisa luka
Sabar kutunggu diiyakan semesta

G room’s 
17th July ’16

Rindu

Hai petang, semoga kau belum lelah untuk mendengarku. Ada sedikit yang ingin kuceritakan  Tentang rasa ingin menatapnya. Iya itu, rindu

Rindu, bahkan rindu sekali
Tapi apa rindu ini diperkenankan
Apakah rindu ini sah?

Angin dulu kita berteman akrab.Amat dekat, kau selalu ku percaya untuk menyampaikan semua rasa. Kini, aku titipkan (lagi) beberapa harapanku padamu.Aku tahu rahasia ini cukup aman bersamamu. Termasuk rinduku kali ini.

Rindu, iya rindu. Rasa yang selalu ingin bertatap. Rasa yang selalu ingin bercakap, bahkan kadang imaji lancang ingin didekap

Rindu, bahkan rindu sekali
Tapi apa rindu ini diperkenankan
Apakah rindu ini sah?

 

Jadi, biarkan saja rindu ini menemaniku

 

PHSTN Jun 12th

Birthday On Sky

Selamat ulang tahun Ke 27
Haaah hari ini sudah diusia yg dikejar deadline. Setelah resmi kembali Ke Bali rasanya bercampur senang dan aneh. Tapi tetap saja hari ini tidak bisa berkumpul bersama keluarga. Ini jadi tahun ke 4. Tuhan pasti punya sesuatu yang indah.

Usia yang seharusnya menjadikan saya mapan. Namun ternyata belum sepenuhnya mapan. Beruntung saya memiliki orang tua yang begitu pengertian. Tidak ada tuntutan apapun.

Akkh bicara deadline mungkin saya tidak punya deadline cuma ada rasa khawatir sieh (actually I’m full of worries) kapan yahhhh???? Jangankan untuk menikah yang namanya pacar saja tidak ada??? Hahahahaha entahlah. Beruntung lagi orang tua tidak pernah menuntut bahkan bertanya pun tidak pernah…. Entahlah antara memang membiarkan saya begini saja atau sengaja menjaga perasaan saya. Akkhh sudahlah Tuhan punya rencana. Beliau punya cerita kupercayakan sepenuhnya padaNya

Syukur tanpa henti UntukMu yang maha hidup. Ada nafas terhembus hingga hari ini. Berkatmu mengalir tiada henti. Anugrah di Tahun ini luar biasa. Apapun hari ini diriku, semua adalah perkenanMu

Dalam berkatmu serasa tiada pantas keluh itu terucap. Pekerjaan, Orang Tua, Sahabat, Bahagia begitu luar biasa yang Kau pilihkan untukku Tuhan.

Semoga Engaku tak selipkan keangkuhan, kesombongan, dan keakuan berlebih padaku. Semoga kepandaianku bersyukur Engkau lebihkan.

Meminta Jodohku mungkin sesaat kumohonkan jadi prioritas tapi lebih dari itu Mohon Sehatkanlah Ayah Ibuku
Terimakasih Tuhan 😄

18 Nopember 2015
On GA443

Di atas langit Nusa Tenggara

Kalah

Lama sekali tidak kemari…. Lalu kemari dan menangis. Karena ada yang menganjal. Sakit hati ini masih sakit dan sangat sakit. Ego ini masih sangat tinggi. Kata kata dari orang lain masih menyakitkan hati. Ketika cemoohan orang lain masih melukai diri. Dalam diam Jiwa terluka dan gelisah. Ini melakukan pembuktian siapalah aku ini hanya manusia tuna…

Lalu… Aku kalah, kalah telak atas diriku sendiri. Tak mampu menjaga egoku sendiri. Tangisan pecah. Kenapa ada orang seperti aku, tiap hari berkat tuhan aku rasakan. Tapi tetap saja aku jadi orang tak berguna. Tetap saja aku tak berharga.

Tuhan maaf aku bahkan kalah dari debu…. Bahkan mungkin kalah dr organisme bersel satu. Tuhan terimakasih engkau telah mencintaiku begitu dalam.

Tapi maaf Tuhan…. Aku tetap kalah oleh kata kata itu. Aku tetap kalah dan jadi tak berguna. Maaf Tuhan…  Ketika jauh dulu aku merasa lebih berharga. Aku kini rapuh dan selalu kalah melawan diriku.

Pohsanten, 16 Sep 2015